MANFAAT MADU DALAM AL-QURAN, INJIL, WEDA, TRIPITAKA

Advertisement
Loading...
Manfaat Madu Dalam Al-Quran, Injil, Weda, Tripitaka – Manfaat madu sudah banyak kita ketahui bersama. Sejak dulu nutrisi dalam madu yang ajaib digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan menjaga kesehatan. Bahkan manfaat madu ini tercatat dalam 4 kitab suci, yaitu Al-Quran yang merupakan kitab suci umat Islam, Injil sebagai kitab suci umat Nasrani, Wedha yang merupakan pegangan umat Hindu dan Tripitaka yang menjadi kitab suci umat Budha. Mari kita lihat satu per satu manfaat madu dalam Al-Quran, Injil, Wedha, Tripitaka berikut ini.

Manfaat Madu Dalam Al-Quran
Segala sesuatu yang telah diciptakan Allah SWT jelas tak akan ada yang sia-sia, begitulah salah satu firman-Nya dalam Al-Quran. Di antara makhluk Allah yang sangat istimewa itu adalah lebah. Serangga yang satu ini bisa dikatakan menempati posisi penting dibanding jenis serangga lainnya, hal itu terlihat bahwa lebah menjadi salah satu nama surat dalam Al-Quran yaitu An-Nahl. Beberapa ayat tentang manfaat madu ini yang sudah cukup populer dikalangan umat Islam dan tidak perlu blog sehat alami cantumkan satu per satu. Diantaranya Anda bisa buka sendiri Al-Quran surat An- Nahl ayat 69.

Madu asli


An-Nahl yang merupakan surat ke-16 dalam Al-Quran ini secara khusus pada ayat yang ke-68 Allah berfirman ‘Dan Tuhanmu memberi ilham kepada lebah: Buatlah sarang sarang di atas perbukitan, di pepohonan dan di berbagai tempat yang dibuat oleh manusia’.

Lebah memang sangat spesial. Ia merupakan makhluk Allah yang sangat banyak memberikan manfaat serta kenikmatan bagi manusia. Allah menjadikan lebah sebagai salah satu perantara bagi banyak manfaat bagi umat manusia.

Madu merupakan cairan yang berasal dari sari bunga atau nectar dan menjadi obat yang berkhasiat untuk dapat mengobati berbagai macam penyakit. Khasiat madu sebagaimana telah disampaikan dalam Al-Quran telah dapat dibuktikan secara ilmiah. Dalam banyak Tafsir Al-Quran juga banyak disebutkan bahwa manfaat dan khasiat madu yang terbukti ilmiah belakangan ini merupakan salah satu bukti kebenaran ayat ayat Al-Quran yang wajib diyakini oleh umat manusia.

Di dunia Islam sendiri penggunaan madu untuk obat sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad dulu. Pada masa itu, madu digunakan kaum muslimin untuk mengobati berbagai penyakit, misalnya seperti diare. Salep lebah yang juga berasal dari madu tidak kalah berkhasiat untuk digunakan mengobati berbagai macam penyakit.

Kajian tentang berbagai khasiat madu secara ilmiah juga sudah pernah diteliti oleh ilmuwan Muslim yang populer di masa keemasan Islam, diantaranya adalah Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia sekaligus pemikir besar Muslim abad ke-10 M itu tercatatat sebagai seorang dokter yang telah mengulas mengenai khasiat dan manfaat madu dari sisi kesehatan serta dunia kedokteran.

Selama hidupnya Ibnu Sina juga banyak mengkonsumsi madu sehingga beliau awet muda serta berumur panjang. Menurut Ibnu Sina madu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat, misalnya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan jantung. Madu juga berkhasiat untuk menurunkan suhu badan serta dapat mengatur sekresi, sehingga bermanfaat dalam penyembuhan penyakit demam.

madu murni

Manfaat Madu Dalam Injil
Dalam Injil juga manfaat madu bagi manusia terungkap dalam beberapa ayat. Dalam Amsal 16:24 misalnya disebutkan ‘Perkataan yang menyenangkan itu seperti sarang madu, manis bagi hati dan juga obat bagi tulang-tulang. Dalam Amsal 24:13 juga dikatakan ‘Anakku, makanlah madu, karena itu baik: dan tetesan madu manis bagi langit-langit mulutmu.

Manfaat Madu Dalam Weda
Kitab suci umat Hindu juga membicarakan manfaat madu. Dalam Weda Arthavaveda XII.3.4 dinyatakan bahwa ‘Madu yang dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan pada tamu) menyehatkan’. Demikian juga pada Weda Arthavaveda II.3.1 disebutkan ‘Minumlah Ghee (mentega yang dimurnikan), madu dan juga susu baik untuk kesehatan.

Manfaat Madu Dalam Tripitaka
Kitab suci umat Budha juga merekam manfaat madu. Terungkap dalam Vinaya Pitaka (Mahavagga) VI.208.15:10 disebutkan ‘Dalam ajaran Budha ada lima macam obat yang di konsumsi oleh para Bhikku setelah mereka makan siang, salah satunya ialah madu. Selama 3 bulan para Bhikku dan Bhikkuni tak mengkonsumsi apa-apa kecuali madu’.

Demikianlah manfaat madu dalam Al-Quran, Injil, Wedha, Tripitaka. Semoga menghilangkan keraguan serta menambah keyakinan kita betapa besarnya manfaat dan khasiat madu.
MANFAAT MADU DALAM AL-QURAN, INJIL, WEDA, TRIPITAKA | asepkanan | 4.5