CARA MENGOBATI HEPATITIS PARAH DENGAN TEMULAWAK

Cara Mengobati Hepatitis Parah Dengan TemulawakSejak zaman nenek moyang kita dulu, tanaman temulawak sudah dikenal sebagai bahan jamu yang ampuh melawan sebah perut atau penyakit kuning. Tetapi adakah hubungan kausal antara ke 2 hal tersebut? hingga kini hal itu masih berupa teka-teki. Tanpa berpretensi untuk memberi jawaban atas pertanyaan tersebut, dr. Melly Budhiman, salah seorang psikiater pernah memaparkan sebuah pengalamannya yang unik. Beliau dinyatakan sembuh dari penyakit sirosis hati setelah beliau rutin minum sari temulawak. Kisah ini blog sehat alami kutip dari kisah nyata beliau di zakialjufri.wordpress.com. Berikut kisahnya:

Beberapa bulan setelah saya mendapatkan brevet spesialis di bidang ilmu kesehatan jilwa atau psikiatri di tahun 1969, saya merasa beruntung mendapat tugas untuk belajar selama 1 tahun di Amerika. Tanpa menyianyiakan kesempatan baik tersebut, saya segera saja mempersiapkan diri. Selain sebuah paspor dinas, diperlukan juga kartu bukti imunisasi yang berwarna kuning. Ketika itu semua orang yang akanke luar negeri wajib mendapatkan sebuah imunisasi TCD dan juga penyakit cacar.

rimpang temulawak
Pelaksanaan imurlisasi saya didapatkan di Kantor DKK Kota Jakarta. Saya sangat tahu persis, jarum suntik yang digunakan adalah berupa jarum bekas yang disterilkan hanya dengan direbus. Maklumlah, kala itu jarum suntik yang sekali pakai atau disposable masih termasuk mahal dan belum lazim digunakan. Rupanya jarum suntik inilah yang menjadi awal dari malapetaka penyakit yang bertahun-tahun kemudian akhirnya mendera hidup saya.

Berangkat bulan April 1969, di Amerika saya memperdalam ilmu sekalian bekerja di Forest Hospital, Des Plaines, Negara bagian Illinois, sekitar 20 mil selatan Chicago. Di tempat inilah babak baru kehidupan pada kesehatan saya dimulai. Baru setengah bulan saja berada di Amerika, rasanya ada sesuatu yang tidak beres pada diri saya. Merasa cepat lelah, nafsu makan yang menurun drastis, kadang-kadang juga sampai muntah-muntah. Warna putih pada bola mata saya berangsur-angsur mulai menjadi kekuningan. Dari sebuah hasil pemeriksaan, saya divonis terserang virus hepatitis B. Ini kemungkinan besar adalah akibat jarum suntik yang tercemar oleh virus tadi. Virus yang satu ini memang tidak akan mati walaupun direbus air panas. Dokter pun menganjurkan saya untuk beristirahat di rumah.

Selang 4 minggu kemudian saya merasa sembuh dan dengan izin dari dokter dapat bekerja kembali. Padahal hasil pemeriksaan laboratorium masih menunjukkan bahwa kondisi badan saya belum 100% normal. Bilirubin totalnya masih 1,5 mg% (padahal normalnya ada di bawah I mg%). Karena berbagai kesibukan dari tugas belajar, saya tidak terlalu menghiraukan penyakit saya ini. Bahkan saya juga aktif berolahraga, ikut berbagai piknik, dan banyak sekali berjalan kaki. Sampai di suatu pagi, 6 bulan kemudian, tubuh saya merasa sangat letih. Secepatnya saya memeriksakan darah saya kembali. Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa bilirubin total naik hingga 3 mg%. Saat itu langsung saya dirawat selama 5 hari di RS Lutheran General.

tanaman temulawak

Pemeriksaan
yang lengkap melalui scanning dan juga biopsi menyimpulkan bahwa saya menderita hepatitis kronis aktif. Saya memang menyadari bahwa belum sembuh total dari penyakit hepatitis. Tapi anehnya dokter sama sekali tidak melarang saya bekerja ataupun memberi pantangan makanan tertentu. Sebaliknya, dokter hanya mengatakan bahwa fungsi tubuh saya nantinya akan mengatur semua itu. Misalnya saja jika saya tidak tahan dengan lemak, maka perut akan merasa mual ataupun memuntahkan kembali lemak dari makanan yang saya makan. Satu-satunya obat dokter yang diberikan adalah kortikosteroid dengan dosis tinggi, yaitu 4 x 10 mg. Ironisnya pada pemeriksaan fungsi hati yang selalu dilakukan setiap minggu sesudah itu malah menunjukkan hasil yang buruk.
Ketika tugas belajar di AS selesai tahun 1970 dan kemudian kembali ke Jakarta, saya baru menyadari bahwa seluruh tubuh saya ternyata bengkak-bengkak akibat efek samping dari obat tersebut. Dokter R.T.L. Pang, yang saat itu sebagai kepala Bagian Penyakit Hati di RSCM-FKUI memeriksa kembali penyakit saya ini dan meneliti hasil biopsi yang saya bawa dari AS, didapat kesimpulan saya ini menderita sirosis hepatis. Untuk dapat memastikannya dilakukanlah biopsi ulang dan ternyata memang kesimpulannya benar. Saya kembali harus dirawat di RS dan penggunaan obat kortikosteroid langsung dihentikan. Dan sebagai gantinya saya diberi beberapa macam vitamin.

Setelah dirawat selama 3 bulan, fungsi dari hati saya berangsur mulai membaik dan 100% kembali normal. Namun tubuh saya tetap saja tidak dapat membuat sebuah antibodi terhadap virus hepatitis, oleh sebab itu pemeriksaan HBs Ag masih saja positif, sedangkan pemeriksaan anti-HBs-nya negatif.

Menurut analisis dr. Pang, pemeriksaan laboratorium dari darah saja masih dirasa belum cukup untuk dapat mengetahui apakah sel-sel hati itu betul pulih. Hanya dengan pemeriksaan biopsilah yang bisa menjawab kesembuhan. Selama satutahun saya diajurkan untuk selalu mengatur makanan yang sehat dan juga beristirahat sebanyak mungkin dengan posisi tidur. Menurut pendapat hepatolog ini, faal hati itu paling lancar kerjanya ketika tubuh sedang dalam posisi tidur. Kerusakan hati dapat terhenti, kemudian sel-sel hati yang normal juga dapat bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

sari temulawak

Selama
3 bulan secara rutin saya kembali untuk memeriksakan diri dan juga menjalani pemeriksaan biopsi ulang. Kemudian setelah selama satu tahun beristirahat, saya pun kembali bekerja sebagaimana biasanya.
Pada tahun 1977 seusai bersama beberapa orang rekan psikiater anak, saya ikut menyiapkan ASEAN Forum di bidang psikiatri anak remaja di Kota Jakarta yang sangat melelahkan, penyakit ini kemudian kambuh lagi. Kali ini kambuhnya disertai dengan pembengkakkan pada limpa dan juga rasa sedikit sakit. Hasil pemeriksaan di laboratorium menyatakan bahwa fungsi hati saya 100% normal, tetapi pemeriksaan tekanan pada vena portalis, yakni pembuluh darah balik yang berfungsi mengalirkan darah dari organ tubuh di bagian bawah lewati hati menuju ke vena yang lebih besar, yaitu vena cava, ternyata menunjukkan tekanan yang makin meninggi. Apabila timbul kerusakan hati maka aliran darah yang melalui hati menjadi kurang lancar sehingga akan terjadi bendungan yang mengakibatkan tekanan vena portalis tersebut meninggi. Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan zat radioaktif pada RS Pertamina.

Dokter Pang kemudian melakukan kembali biopsi sekaligus melakukan pemeriksaan laparaskopi (membuat sebuah lubang kecil pada dinding perut agar dapat memasukkan sebuah alat peneropong isi perut). Hasilnya ternyata sirosis hati saya kambuh kembali. Artinya saya harus kembali beristirahat secara total selama 3 bulan didalam rumah. Untung saja saya punya hobi membaca, menyulam dan juga merenda, jadi saya tidak merasa terlalu jenuh. Namun waktu 3 bulan ternyata tidak cukup dikarenakan hasil dari biopsi belum menyatakan saya pulih. Istirahat kemudian ditambah 3 bulan lagi supaya kondisi hati dan juga limpa benar-benar pulih total. Demikianlah selama 9 bulan telah berlalu diselingi dengan dilakukannya biopsi tiap 3 bulan sekali.

jus temulawak

Mengenal Cara Mengobati Hepatitis Parah Dengan Temulawak
Suatu hari secara tidak sengaja saya membaca sebuah artikel pada sebuah majalah tentang pengalaman dari seorang ibu yang menderita penyakit bercak-bercak hitarn pada bagian kulit mukanya. Berkat selalu minum air rebusan temulawak sebanyak dua kali sehari, bercak-bercak hitamnya hilang. Merasa tertarik dengan artikel tersebut, saya kemudian menyuruh pembantu untuk membelikan rimpang temulawak kering di pasar. Karena saya juga mempunyai kelainan bercak bercak hitam yang sama. Saya minum minuman temulawak secara teratur sebanyak dua kali sehari kurang lebih selama ± 3 bulan. Untuk dapat menghilangkan rasa dan baunya yang kurang sedap, saya tambahkan jahe dan juga gula jawa.

Almarhum ayah saya, yang saat itu berdomisili di Kota Bandung juga berusaha untuk membelikan temulawak kering, ketika itu si penjual temulawak menanyakan apakah temulawak ini akan digunakan untuk dapat mengobati penyakit lever. Menurut si penjual, salah seorang dokter ahli penyakit dalam di Kota Bandung seringkali menganjurkan para pasiennya supaya rajin meminum air rebusan temulawak. Malah banyak sekali pasiennya yang sembuh berkat dari khasiat temulawak ini. Mendengar berita dari penjual tersebut, ayah saya menganjurkan supaya saya tambah rajin meminum temulawak.

Saat Saya harus kembali untuk melakukan biopsi ulang pada tahun 1978, hasilnya ternyata sangat menggembirakan. Dokter Sadikin Darmawan, salah seorang patolog senior yang saat itu memeriksa hasil biopsi tadi juga mengacungkan jempol pada saya. Beliau mengatakan bahwa hasil biopsi kali ini sangat berbeda, kondisi hati saya telah sehat. Dokter Sadikin juga merasa heran sampai dia meragukan jika mungkin saja hasil tersebut tertukar dengan hasil biopsy milik orang lain. Oleh sebab itu dilakukan kembali biopsidan hasilnya tetap sama, sembu total.

kapsul temulawak

Sudah sejak
zaman dulu sari rebusan dari umbi rimpang temulawak alias Curcuma xanthorrhiza dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat sebah, pinggang yang pegal-pegal, gaya-gara sekresi empedu yang macet (dalam majalah Intisari, Februari 1986). Bahkan belakangan ini dikabarkan juga dapat menyembuhkan hepatitis.

Itulah cara mengobati hepatitis parah dengan temulawak berdasarkan pengalaman salah seorang psikiatri. Anda bisa melihat tulisan lebih lengkap dari kisah tersebut dengan KLIK DISINI. Anda juga bisa membaca tulisan berjudul Cara Membuat Ramuan Temulawak Untuk Penyakit Hepatitis.
CARA MENGOBATI HEPATITIS PARAH DENGAN TEMULAWAK | asepkanan | 4.5